MIS Istiqlal Banjarmasin
Religius, Cerdas, Terampil, Berwawasan Lingkungan
Tentang Kami
Membangun Generasi Islami yang Unggul
MIS ISTIQLAL, sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Jalan AMD Manunggal 27 RT. 02 No. 121, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.
Visi
Terwujudnya Peserta Didik yang Religius, Cerdas, Terampil, dan Berwawasan Lingkungan.
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan yang bernuansa islami.
2. Mengembangkan potensi akademik dan non-akademik peserta didik.
3. Menerapkan teknologi informasi dalam pembelajaran.
Keunggulan
Program Unggulan Kami
Hapalan Al-Qur'an
Program pembinaan hafalan Al-Qur'an dengan target mutqin untuk mencetak generasi Qur'ani.
E-Learning Madrasah
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dengan fasilitas lab komputer modern dan e-learning.
Kelas Prestasi
Pembinaan intensif bagi siswa berbakat di bidang akademik maupun non-akademik untuk kompetisi.
Ekstrakurikuler Aktif
Beragam pilihan ekskul dari pramuka, paskibra, olahraga, hingga seni untuk pengembangan diri.
Laboratorium Lengkap
Fasilitas lab IPA dan Bahasa untuk mendukung pembelajaran praktikum yang efektif.
Pembiasaan Keagamaan
Shalat dhuha berjamaah, kultum, dan peringatan hari besar Islam sebagai budaya madrasah.
Pendidik
Guru & Tenaga Kependidikan
Herliyadi, S.Pd., M.M
Wakamad Bidang Kurikulum
Dina Sri Lestari, S.Pd.I
Wakamad Bidang Kesiswaan
Norhayati, S.Pd
Wakamad Bidang Sarana
Muhammad Zamroni, S.Pd.I
Wakamad Bidang Humas
Pengembangan Diri
Ekstrakurikuler Pilihan
Pramuka
Pembina:
Ainu Redha, S.Pd.I
Jadwal:
Sabtu Jam 15.00-16.30 wita
Prestasi:
Juara 1 Lomba Ketangkasan Tingkat SMA/MA Se Kecamatan Haur Gading Tahun 2024
Marching Band
Pembina:
Budi Santoso, S.Pd
Jadwal:
Sabtu Jam 15.00-16.30 wita
Prestasi:
Juara Dua Parade Contest Senior. Juara 1 Individual Mayoret, Juara 2 Contest Color Guard.
Maulid Habsyi
Pembina:
Munawir Akhkam, S.Pd.I
Jadwal:
Sabtu Jam 15.00-16.30 wita
Prestasi:
juara pertama lomba Habsyi se-kota Banjarmasin antar SMP/MTs Sederajat tahun 2024
Klub KIR Sains
Pembina:
Nur Hidayah, S.Pd
Jadwal:
Sabtu Jam 15.00-16.30 wita
Prestasi:
Juara 1 dalam lomba Karya Ilmiah Remaja Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Tahun 2024.
Pengumuman
Lihat SemuaPenilaian Tengah Semester Online
Lomba Kebersihan Kelas
Agenda Madrasah
Lihat SemuaUpdate
Berita & Artikel
Siap Ukir Prestasi di Tingkat Provinsi, Kontingen OMI MTsN 3 Kota Banjarmasin Resmi Dilepas
Banjarmasin (MTsN 3 Kota Banjarmasin) - Kontingen MTsN 3 Kota Banjarmasin resmi dilepas untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Pelepasan kontingen yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin tersebut berlangsung di Aula Kankemenag Kota Banjarmasin, Kamis (1/10/2026). Dalam ajang tersebut, MTsN 3 Kota Banjarmasin mengirimkan dua siswa terbaik yang didampingi dua guru pendamping serta dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Hj. Zakiah Darajat, Kontingen MTsN 3 Kota Banjarmasin bergabung bersama jajaran pejabat Kankemenag Kota Banjarmasin, para kepala madrasah, serta kontingen madrasah lainnya se-Kota Banjarmasin. Selama kegiatan pelepasan berlangsung, rombongan MTsN 3 Kota Banjarmasin mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian, mulai dari arahan Kepala Kankemenag Kota Banjarmasin hingga prosesi pelepasan kontingen. Kehadiran dua siswa tersebut menjadi bagian dari kesiapan madrasah untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi akademik peserta didik di tingkat yang lebih tinggi. Kepala MTsN 3 Kota Banjarmasin, Hj. Zakiah Darajat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan dua siswanya yang berhasil lolos dan berkesempatan mewakili madrasah serta Kota Banjarmasin pada OMI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. “Keikutsertaan dua siswa terbaik MTsN 3 Kota Banjarmasin di tingkat provinsi merupakan buah dari kerja keras, ketekunan siswa, serta bimbingan dan pembinaan yang diberikan para guru,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa keluarga besar MTsN 3 Kota Banjarmasin memberikan dukungan penuh kepada kedua siswa selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, selain pencapaian prestasi, pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri peserta didik. “Kami memberikan dukungan dan doa terbaik agar anak-anak dapat mengikuti kompetisi dengan tenang, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Semoga mereka dapat memberikan hasil terbaik dan terus melangkah hingga ke tingkat nasional,” tegasnya. Sementara itu, salah seorang guru pendamping, Hendra Purnawan, menjelaskan bahwa kedua siswa telah menjalani persiapan melalui pengayaan materi dan latihan soal secara intensif bersama tim pembimbing madrasah. “Kedua anak didik kita telah melakukan persiapan maksimal bersama tim pembimbing madrasah. Kami optimis mereka mampu bersaing secara sportif dan memberikan hasil yang membanggakan bagi MTsN 3 Kota Banjarmasin,” jelasnya. Keikutsertaan MTsN 3 Kota Banjarmasin dalam OMI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendorong budaya berprestasi dan meningkatkan kualitas akademik siswa. Penulis/Foto: AriefRedaktur/Editor: Nupuz
Baca Selengkapnya
Kemenag Integrasikan Data Madrasah untuk Dukung Penanganan Anak Tidak Sekolah
Jakarta (Kemenag) --- Sebanyak 3,97 juta anak terindikasi tidak sekolah. Kementerian Agama mengintegrasikan data madrasah untuk membantu memastikan anak yang teridentifikasi mendapat penanganan sesuai kondisinya. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi Education Management Information System (EMIS), sistem pengelolaan data pendidikan Islam Kemenag, dalam pengembangan Dashboard Anak Tidak Sekolah (ATS) 2.0. Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan anak yang tidak sedang mengenyam pendidikan. “Data harus menjadi pintu masuk untuk memahami kondisi anak secara utuh. Kita tidak ingin proses identifikasi berhenti pada pendataan, tetapi harus dilanjutkan dengan intervensi yang sesuai agar setiap anak memiliki kesempatan untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, Rabu (23/9/2026). Berdasarkan Dasbor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per September 2026, terdapat sekitar 3,97 juta anak terindikasi ATS. Persoalan tersebut memiliki latar belakang beragam, antara lain kondisi ekonomi, akses pendidikan, disabilitas, dokumen kependudukan, pekerjaan anak, pernikahan anak, serta faktor sosial dan budaya. “Penanganan ATS membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan mitra pembangunan perlu bergerak dalam satu ekosistem agar intervensi yang diberikan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” jelas Amien Suyitno. Dalam pengembangan Dashboard ATS 2.0, sejumlah sumber data diintegrasikan, antara lain Data Pokok Pendidikan (Dapodik), EMIS, dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Penggabungan data tersebut memungkinkan informasi tentang anak dari berbagai sumber dicocokkan dan diperiksa secara lebih menyeluruh.Data kemudian diproses melalui pemadanan identitas, yaitu mencocokkan data dari berbagai sumber, sebelum diklasifikasi, diverifikasi, dan divalidasi hingga menghasilkan data induk ATS yang telah terverifikasi. Proses tersebut juga dapat melengkapi informasi tentang penyebab anak tidak sekolah serta membantu menghubungkan temuan dengan satuan pendidikan, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, hingga pihak di tingkat desa dan kelurahan sesuai kewenangannya. “Ketika data sudah semakin kuat dan terverifikasi, tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan setiap temuan memiliki tindak lanjut. Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas sektor, karena akar persoalan ATS tidak selalu berada di sektor pendidikan,” kata Amien Suyitno. Amien mengatakan madrasah dan satuan pendidikan Islam memiliki peran dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk bersekolah. “Madrasah dan satuan pendidikan Islam harus menjadi bagian dari solusi. Kita perlu membuka ruang pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif sehingga anak-anak dengan kondisi yang beragam tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang,” pungkasnya. (Husni Baidhawi) link berita : https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-integrasikan-data-madrasah-untuk-dukung-penanganan-anak-tidak-sekolah-zNRsJ
Baca Selengkapnya
Menag: Pendidikan Gratis di Sekolah Negeri Berlaku Juga di Madrasah Negeri
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis bagi peserta didik di sekolah negeri juga berlaku bagi madrasah negeri binaan Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut disampaikan Menag usai mengikuti rapat terbatas yang membahas penyediaan pendidikan negeri gratis mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta. “Baik, apa yang berlaku di sekolah, itu juga berlaku di madrasah di bawah Kementerian Agama, yaitu madrasah negeri,” ujar Menag, Rabu (23/9/2026). Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan pada komitmen pemerintah untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan tersebut juga dimulai dari taman kanak-kanak. Menurut Abdul Mu’ti, penguatan pendidikan gratis tersebut turut didukung melalui pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Dana BOS diperuntukkan bagi kebutuhan operasional sekolah, termasuk pembayaran guru non-ASN di sekolah negeri, perbaikan ringan, serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler. “Jadi selama ini anak-anak atau murid yang belajar di sekolah dasar dan di taman kanak-kanak mulai tahun ini itu mendapatkan dana BOS untuk semua murid dan kemudian dana PIP untuk murid dari keluarga yang tidak mampu,” kata Abdul Mu’ti. Ia menjelaskan, guru PNS di sekolah negeri digaji oleh pemerintah pusat. Sementara itu, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga akan mendapatkan pembiayaan gaji dari pemerintah pusat pada waktunya. Adapun guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat dibayar melalui dana BOS. Abdul Mu’ti menyebut, sebesar 20 persen dari dana BOS dapat digunakan untuk operasional pembayaran gaji guru non-ASN di sekolah negeri. Selain pembiayaan pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas tenaga kependidikan melalui berbagai pelatihan. Pembiayaan pelatihan tersebut diupayakan dapat dipenuhi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Presiden Prabowo memiliki sejumlah program dan terobosan signifikan di bidang pendidikan. Program tersebut, kata dia, tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga aksesibilitas. “Bagaimana pendidikan ini menjangkau seluruh anak-anak di semua lapisan ekonomi, tetapi di saat yang sama juga meningkatkan kualitas,” ujar Pratikno. Abdul Mu’ti menegaskan, komitmen pendidikan gratis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto. Dengan penegasan Menag tersebut, kebijakan pendidikan gratis yang berlaku pada sekolah negeri juga mencakup madrasah negeri sebagai satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama. link berita : https://kemenag.go.id/nasional/menag-pendidikan-gratis-di-sekolah-negeri-berlaku-juga-di-madrasah-negeri-BQJqK
Baca SelengkapnyaMultimedia
Video Profil Madrasah
Apa Kata Mereka
Testimoni Alumni
Informasi PMB
Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar madrasah kami. Pendaftaran tahun ajaran baru akan dibuka secara online.